Pages

Showing posts with label Random Talk. Show all posts
Showing posts with label Random Talk. Show all posts

Wednesday, February 22, 2023

Ekspektasi

 “Feel more peaceful when you can just ignore people’s expectation toward you.. so that you have no worries anymore.”

“Well, ignorance and apathetic is not good.

But having over-thoughts and insecurities really swipe my peace away.. So, how?”


Petikan di atas adalah kalimat yang kutulis di note HP ku beberapa waktu yang lalu. Berpikir tentang ekspektasi berlebihan dari orang lain terhadap kita yang bahkan mereka pun tidak tahu apapun tentang diri kita. Di usia yang seharusnya sudah bisa mandiri dan membahagiakan orang yang disayang, namun karena suatu hal dan yang lain kita belum bisa melakukannya. Sebagian besar dari kita mungkin juga pernah merasakan, bagaimana rasanya tidak mampu memenuhi keinginan dan harapan orang. Sakit, sedih, marah, dan kecewa terhadap diri sendiri pasti ada. Apalagi diperparah dengan perkembangan media sosial yang begitu pesat membuat kita bisa melihat berbagai capaian orang lain dengan mudah, yang secara tidak sadar membuat kita cenderung membandingkan diri sendiri dengan mereka. 

Tidak adil rasanya jika membandingkan diri dengan orang lain. Banyak faktor-faktor kesuksesan seseorang yang luput dari radar. Mungkin orang tersebut usahanya lebih keras, mungkin mereka sudah memulai lebih dulu, mungkin mereka punya suatu kelebihan yang tidak kita punya, atau mungkin mereka punya privilage tersendiri yang membuatnya lebih cepat mencapai sukses.

Actually we don’t know anything about someone if we’re just seen their cover. We can’t judge by nothing..


*to be continued

Thursday, February 9, 2023

A Message for You: Me with My 'Champagne Problem'

*inspired by Greta Gerwig’s movie “Little Women” and Taylor Swift’s song “Champagne Problems”.


        Hello there, how's life? Hope you're okay and happy as you should be.

        It's been one year since the last time we talk to each other. Sharing some thoughts, stories and spirit. Time flies as i couldn't recognize and it hasn't been the same anymore.. you and i seems so far. Unreachable. You've tried to text me eventhough you know i wouldn't reply. But trust me, deep down in my heart i really want to..

        If you noticed, i often try to make you aware that we’re just friends (i hope it still be like that), or such a family, by calling you ‘bro’. Not more. But apparently, it didn't make any sense to you.


I wanted to save you from this, I thought you’d understand.

—Jo March, Little Women (2019)


        I want to escape from fears i thought i can’t take. I’ve tried my best. And here we are.. my concern became a reality.

        You finally came up with that words. I’m shock yet still trying to get ready if this will happen later or sooner. Because in several times you went with ‘that’ topic, i always try to resist. But, why me? What do you expect from me? I wonder you have met some girls better before.

        I truly appreciate your confession and for a moment, i’m glad that i finally know that. I know you’ve tried your best, too. But still, i didn’t know what kind of answer shall i give to you. I was so confused with my own feeling and i didn’t know why. I was afraid.

I’m afraid i would hurt someone in your past that i already know. I know her well and we’re best friend. Although i didn’t know what her feeling about you for now, but i just don’t want to be uncomfortable with her.

I don't see why i can't love you as you want me to. I don't know why. —Jo March, Little Women (2019)


        I always hope i could find the right answer, but i failed. And actually, i were not and never get ready for this. I didn’t want to be in this tough position. Only pessimistic words kept running in to my mind that we wouldn’t make it —although it even hadn’t started yet— and we’re going to be awkward for each other again like in the past old days. And basically i’m too afraid that i couldn’t meet your expectation, or i would hurt you later. But in fact, my decision —to not respond you— made everything’s worse. Subconsciously i created a wall between us. And obviously, it hurt you even more.

        We have met each other several times after that. Even took a picture together, side by side. No talk, just a little smile. But it got so cold.. at least that’s what i felt.

        Disappointment. I believe you’re terribly disappoint on me, but you barely showed it. You know, i felt the same way too, tho. Having guilt, anger, disappointment and negative feelings for my own self. And kind of emptiness. I feel so lonely..

        I admitted if, indeed, i couldn’t stand for it. I wanted to turn these feelings off but i had no idea how to do. I had no clue.. and i wanted to shout you for help but when it came to my mouth, it already shut off by my ego.

        Was i too hard on my self? Or was it just a selfish way to avoid you for coming in? Or was it a denial of my feelings? I don't know. What if i give you the chance in the first place? What if i truly be true with my feelings? What if we can make things work? And some other ‘what if’s never went off from my head.

        Should we have tried then?

        Is it too late for us to start over?


        In the end, i realized that i’m only being mean to you.

        I couldn’t make a relationship goes well. Again. I don’t know what’s wrong with me.. i just couldn’t help it and i’m sorry that it brought you down this time.

        You said, "If it doesn’t work, no problem. Friends still be friends 'till the end." "I definitely respect your decision. No pressure, please." "Hmm. No reply, i'm gonna assume you said no." "Sorry to bother you. Wish the best for you!" These words really broke my heart.

        You’re such a nice guy, for sure. It's not your fault and you don’t deserve this. You can blame me for what happened. I gave you scars even in your birthday month. Well, it sound so cruel, doesn’t it? But it is what it is :(


And if you have a minute, why don't we go

Talk about it somewhere only we know?

This could be the end of everything

So, why don't we go

Somewhere only we know?

— Keane, Somewhere only we know Lyric


        All i wish i can do, for now, is maybe i can meet you once more and have a courage to say that i’m sorry, i’m desperately sorry and i didn’t mean to hurt you. At least i can talk to you, eventhough i can't fix your broken heart but i wish i can make you understand.

        And i will eventually let you go.


        Hope that the wound i shred will heal thorough time.. and you'll find someone better in the future.


        I'm really sorry and i hope you can forgive me. 


“You just want it simply, but i give you a complexity.”



Me, February 2023

For the foolishness i made last year




Ps. about the tittle

Champagne problem: a problem or dilemma that, when compared to issues of poverty, national disasters and war, are not all that big of a deal, but nonetheless provide individuals with issues that must be dealt with. (Cr: Urban Dictionary)

Sunday, January 22, 2023

Monologue: Overcoming Fears (being a med doctor)

        Rasanya ingin sekali bilang “Beneran harus saya? Please jangan saya. Jangan saya.. yang lain saja” namun kaki ini tetap melangkah dan akhirnya melakukan apa yang diperintah. Mencoba tegar walau hati gentar.. dan kalimat seperti “Apa aku bisa?” “Aku bisa apa?” “Aku gak akan bisa” terus terngiang-ngiang di kepala.
        Satu hal yang membuatku terus maju adalah, bukan lamanya pendidikan yang kuenyam dengan keringat dan air mata.. bukan biaya yang sudah terbayar untuk pendidikan.. bukan kata-kata motivasi yang telah banyak kutelan. Bukan.. bukan itu. Itu semua seakan tidak ada apa-apanya jika dibanding dengan tatapan penuh harap yang tergambar di wajah sendu mereka. Mereka yang telah menunggu untuk disembuhkan. Mereka yang rela menempuh jarak untuk sekedar meringankan rasa sakitnya. Mereka yang merelakan hartanya untuk dapat kembali sehat seperti sediakala.
        Diriku lanjut berkata “Apa kamu tega membiarkan harapan mereka tertiup angin dan hilang begitu saja?”
        Dengan tekad, akhirnya kulakukan tugasku.. atas kemauanku sendiri. Atas apa-apa yang menjadikan hatiku merasa empati. Rasa takut dan ketidak-beranian yang ada seakan menguap tiba-tiba.. tergantikan dengan rasa ingin memberi dan mengabdi.
        Dan setelah dijalani, ternyata bisa! Aku mampu! Aku berani! Sambil pikiranku yang lain berkata, “Kamu bisa loh, Din, sebenarnya. Kenapa harus takut? Kenapa selalu ragu?”
        Setelah itu hatiku mulai menghangat. Timbul setitik rasa puas disitu.. dan rasa bangga akan diri sendiri, yang tanpa kusadari akhirnya dapat mengatasi rasa takutku ini. Percaya bahwa “Aku” bisa melewati hal-hal yang kuanggap sulit sebelumnya. Menyadari bahwa beberapa hal yang kutakutkan selama ini hanya ada di pikiran kacauku belaka.. dan bahkan tak pernah terjadi.

        Sayangnya, hal ini terjadi berulang kali. Dengan ketakutan yang sama.. dan keraguan yang sama pula.


        Harapan pada diriku, semoga selalu diberi kesempatan memperbaiki diri, tidak kehilangan rasa empati dan motivasi, agar dapat terus mengabdi tanpa ada rasa takut yang menghantui.




Brilian Dinanti
Madiun, 21.01.2023

Wednesday, June 13, 2012

Hidup itu pilihan

Semua orang pernah melewati sulitnya menentukan pilihan. Tapi hidup itu pilihan, mau tidak mau kita sebagai manusia, makhluk hidup, harus menentukan pilihannya—apakah  mau milih yang benar, atau malah yang salah.
Bicara benar salah, bisa saja dalam memilih suatu pilihan hidup, orang bisa tersesat dalam pilihannya tersebut karena pilihannya salah. Bagaimana kita manusia bisa menganggap sesuatu itu benar atau salah? Tidak usah jauh-jauh, ada Alquran sekaligus hadist-hadist Rasul, yang siap menuntun kita. Lebih dari itu, Allah juga tak (dan tak akan pernah) lupa memberikan kita sebuah akal pikiran yang dapat kita gunakan kapan saja dan dimana saja.
Hidup itu pilihan, kita harus rela kehilangan sesuatu agar bisa mendapatkan sesuatu—sometimes we have to lose something good to gain something (better). Mungkin berat bagi kita, dilema. Tapi kembali lagi, hidup itu pilihan. Yang menentukan pilihan hidupmu adalah dirimu sendiri, tanpa campur tangan orang lain.
Sulit? Ya, memang sulit sekali menentukan satu pilihan, terlebih jika kita memandang kedua pilihan tersebut berimbang, sama-sama penting bagi kita. Tidak mudah untuk kehilangan salah satu keinginan kita. Memang sifat manusia ingin mendapatkan kedua-duanya, atau bahkan semuanya. Dengan kata lain manusia itu serakah. Maka dari itu untuk bisa menentukan pilihan, kadang kita harus melihat dua pilihan yang sulit itu dari sudut pandang yang berbeda-beda, agar kita dapat memilih yang kita anggap lebih baik dari pilihan lain.
Barangkali tidak semua orang bisa menentukan satu pilihan hidupnya. Ada mereka yang sudah berumur saja, masih kebingungan dalam menentukan pilihan hidupnya. Mereka terombang-ambing dalam ketidakpastian hidup, bahkan tidak tahu tujuan hidupnya sendiri.

masa depan = blur, belum jelas, bukan tidak jelas.

Kini kita (khususnya saya), sebagai remaja, juga masih labil, masih dalam proses mencari jatidiri. Masa depan di mata kita adalah objek yang blur, terlihat, tapi belum jelas. Kadang kita perlu berperan seperti paranormal, untuk sekedar meramal, menerawang, menerka-nerka masa depan kita. Tapi menerka-nerka dan menerawang saja tidak cukup. Apalagi hanya berangan-angan. Kita juga harus berusaha. Hubungkanlah rencana dari usaha-usaha kalian dengan hasil yang akan kalian dapat setelah melakukan usaha tersebut, seperti hukum sebab akibat, jika kita melakukan ini, maka kita jadi begini, jika itu, maka kita jadi begitu, dan sebagainya.
Ya, hidup itu pilihan. Penuh dengan pilihan. Jika tidak bisa memilih, kita takkan bisa melanjutkan hidup. Tentukanlah pilihanmu, tetapkan pilihanmu dan bulatkan tekadmu. Yang terbaik darimu adalah yang terbaik bagimu. Tentukan pilihan dari hati yang terdalam, hati yang bersih. Karena fitrah manusia itu benar.
Dan terakhir, berdoalah hanya kepada Allah, karena Dia Maha Mendengar doa kita, Maha Melihat usaha kita, dan Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hati kita.

Nb: Tulisan ini aku buat karena aku pengen menyemangati diriku sendiri, terlebih soal jurusan, cita-cita, soal masa depan. Cita-cita termasuk bagian dari hidup bukan? Malah menurutku cita-cita adalah fase perjalanan hidup kita yang mungkin akan jadi yang terpanjang jika umur kita panjang. Tapi itu menurutku.

Hidup itu adalah pilihan, Din! Ingat itu! :-D

Friday, March 9, 2012

Menyontek

Memang susah ngilangin kebiasaan yg sudah turun temurun di sekolah. Aku yakin semua murid sekolah di Indonesia pernah melakukannya. Yaitu kebiasaan menyontek. Meyontek, banyak sekali jenisnya. Dari yg kecil2an, smpe ke yg nekat. Contohnya: nanya'' ke temennya, kadang pake kode/simbol2 gak jelas, ada jga yg gak pake nanya tpi lngsung lirik sana sini, atau mmbuat contekan sndiri dari kertas trus dselipkan di tempat yg aman. Trus ada juga menyontek masal, kayak tuker2an lembar jawaban, atau dg menulis rumus2 tertentu di papan tulis (kalo gurunya nggak tau, selamatlah kalian, tappii kalo tau, beeh, bisa diceramahi abis2an nanti.. Haha). Semua jenis contek2an diatas, trgantung pada sberapa pintar kita mmilih waktu yg pas buat nyontek, dan sberapa teliti dan ganas gurunya (kyaknya sudah berpengalaman nih :p) eh walaupun aku tau, aku (insyaAllah seingat saya) selama ini cuma melancarkan 1 jenis aksi menyontek (kalo kpepet gak tau), paling aku nanya lngsung sma temenku (aku rasa jenis menyontek ini 'agak' jujur timbang yg lain. Haha).
Nah, ada baiknya aksi2 semacam ini dikurangi, kalo bisa hilang, ya dihilangkan saja. Toh, menyontek itu sbenarnya mmbuat kita senang didepan, merana dibelakang. kok gitu? Iya, kita senang cuz dg menyontek kita bisa dapet nilai bgus (walaupun tdak dg krja keras sndiri), tpi nanti akan kesulitan pas udah di perguruan tinggi, jgankan udah masuk, baru mau masuk PTN saja (tes), udah susah, cuz gak ada yg mau nyonteki.
Tpi, aku punya sdikit tips gimana bisa ngurangin keinginan utk menyontek. Hhm, walaupun gak trlalu ribet, paling nggak, bisa untuk melatih kejujuran sejak dini. Berikut tips dari saya

  1. Belajar jangan dikebut hnya semalam alias SKS (sistem kebut semalam). Belajar itu harus brtahap. Karena kmampuan otak kita trbatas, kalo mnrima dan menyimpan suatu memori itu harus sdikit demi sdikit. Jadi, kita harus belajar dari awal. Kita mndengarkan apa yg diterangkan guru (kalo bisa ya dicatet), memahami materi nya, kalo mau ulangan, fokuskan pada materi yg mnjadi kisi'' soal dari gurumu (kan biasanya dikasih kisi'' bab berapa aja yg keluar di ulangan). nah, dengan begitu, kalian akan lncar mengerjakan soal tnpa harus menyontek.
  2. Yakinlah kalo kamu pasti bisa. Pede aja dg jawabanmu.
  3. Kalo masih bernafsu pengen nyontek, ingatlah, Allah tahu, disisi kanan kirimu jga ada malaikat, dan inget dg ortu kita yg dirumah slalu brdoa untuk kita agar dapet nilai yg bagus, tpi harapan mereka nilai bagus itu bukan hasil mnyontek, tpi hasil krja keras kita sndiri. Bayangkan jika mereka tau bhwa kita dpet nilai bagus krena hasil mnyontek. Pasti mrka akan kcewa berat. Tpi jika kita jujur apa adanya, semampu kita, dan ortu kita tau itu, kita pasti dapet 2x4 jempol tgan dan kaki deh.. Haha
  4. tpi, kalo sudah mepet meffeeet sekali sampe ke tembok, sudah mentok nih fikiran, sudah surem angan2nya, yaa apa boleh buat, kita tanya sma temen. Tpi jangan kseringan, jgn mengandalkan temen sja. Kita jga harus prhitungkan matang2. Dan sdikit demi sdikit dikurangi intensitas menyonteknya.
  5. Selalu bersyukur dg nilai yg tlah didapat. Walaupun kadang gak memuaskan.
  6. Jangan merasa dirugikan gra'' tidak mnyontek. Berpikirlah bahwa ini yg terbaik buat kita. Walaupun kalo dpikir, ini memang agak tidak adil bagi kita. Tpi ini jga utk kebaikan kita sndiri dihari esok. Allah maha adil kok. Tenang aja. :)
  7. cobalah kamu utk menyontohkan perilaku tidak menyontek pda temanmu. Jika temanmu nanya, skali-kali djawab ya boleh. Tpi kalo temen keseringan nanya, ya gak usah djawab. Emang kita siapa? ditanyain jawaban mulu. Haha. Selain itu, kamu jga harus membuatnya sungkan utk mnyontek, dg cara, kalo dia nanya, kamu jgn balik nanya. Lama2 kalo dia ngrasa, pasti sungkan sendiri dan nggak enak hati utk menyontek.
Dan perlu kita ingat, kamu pengen korupsi di Indonesia brkurang, yakan? korupsi itu perilaku yg dikarenakan ketidakjujuran sseorang, dalam hal ini soal keuangan. Nah, kalo sejak dini kita dididik, dan jga melatih diri agar bertindak jujur, pasti korupsi di Indonesia akan berkurang. Jadi, ganbatte! Kamu bisa kok nglakuin itu, secara bertahap dulu pastinya. Semangat ya. Semangka. Keep spirit! :D

*nb: kalo punya saran atau ide yg berhubungan dg posting ini, komen ya. barangkali bisa saya tambahkan saran anda. thanks :)

Friday, December 24, 2010

What is the real of the best day???

-----------------------
inspired by SpongeBob.....

Maybe we often think that "the best day" is the day where we are in the happiness.... but i think it's not really true...
kita mungkin nggak sadar, kalo hari2 dlam hidup kita tu hari yg terbaik.. we only look for the happiness of that day for us... and we think that the best day is come from the other person... padahal, hari yg terbaik itu sebenarnya datang dari diri kita sendiri looh... 
try to think,, kalo kita memberi sesuatu yg berharga dan bermanfaat kpada orang lain,, orang lain sudah pasti akan merasa senang... nah,, maybe almost of us don't feel that make the other person happy is also our happiness.... orang lain yg dberi aja senang,, apalagi yg memberi, sbagai sumber kesenangan orang lain tsb,, sharusnya kan semakin senang...
in fact,, the best day is the day where we give something that useful for the other people... jadi nggak selalu hari terbaik itu give us happiness directly...

So,, make your life be the best day... dengan memberi orang lain sesuatu yang bermanfaat...

Thursday, December 23, 2010

Life start from a dream...

Emang bener kata orang, hidup itu berawal dari mimpi... kalo kita nggak punya mimpi,, kita nggak akan pernah hidup,.. kalopun hidup, kita tak akan pernah bisa ngejalananin hidup itu... cause if we have a dream,, we also have a destination... Bayangkan,, kalo hidup nggak punya tujuan,, pasti hidup kita kan terombang-ambing... Makanya,, kalo kita hidup,, kita harus punya mimpi yg besar,, kalo punya mimpi,, kita akan berusaha skuat tenaga untuk mimpi itu... jangankan mimpi,, cita2 yg kecil aja kadang mati2 an kita usahakan... So, jangan menyerah untuk gapai mimpimu... jika kita bersungguh2 untuk mimpi itu,, pasti Alloh akan memeluk mimpi2 kita....
sdikit cuplikan dari lagunya Bondan yaitu 'Hidup berawal dari Mimpi'
----------------------------------------
Reff:
Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi
Gantungkan yang tinggi, agar semua terjadi
Rasakan semua, peduli 'tuk ironi tragedi
Senang bahagia, hingga kelak kau mati
----------------------------------------


so,,
Reach your dream until you die...
Gapai smua anganmu stinggi langit...
Tetep semangat menantang masa depan...
Go a Head...!!!

Monday, December 20, 2010

Rasa Nasionalime

Garuda di dadaku, garuda kebanggaanku, ku yakin kali ini pasti menang....

Mungkin tanpa kita sadari sadar hati kecil kita bergumam sperti itu...
Tau nggak kalo yg sperti itu adalah salah satu contoh rasa nasionalisme...
kita mungkin nggak pernah berpikir kalo rasa nasionalisme bisa ditumbuhkan lewat olahraga,, salah satunya yg lagi gempar2 nya saat ini yaitu Piala AFF yg diadakan di Gelora BungKarno...Banyak warga indonesia yg berlomba-lomba and berdesak desakkan untuk dapet tiket nonton... Bayangkan,, cuma beli tiket aja udah jatuh bangun... tpi kalo udah liat Timnas bertanding,, rasa capek pun hilang,, kita malah berteriak2 menyemangati mreka... Tanpa sadar and tidak langsung,, kita udah menumnbuhkan rasa nasionalisme kita thdap Indonesia kita tercinta ini...
Walopun kita nggak ikut bertanding, sudah cukup kok kalo kita bantu dg semangat sma doa...
tapi, jangan hanya skedar saat ada acara pertandingan olahraga aja kita mengembangkan rasa nasionalisme,, kita jga harus mengembangkan rasa itu dalam bidang apa saja and dimana aja... cause jika semua orang Indonesia mmiliki rasa nasionalisme,, nggak mungkin deeh kalo kita akan terpecah belah and yg pasti kita akan smakin bersatu...

Ayo Indonesia,, Tetap semangat dalam menggapai Cita cita bangsa...!
Semangat...!! Semangat...!!!

Monday, November 15, 2010

Menguasai Dimulai Dari Kebiasaan

Pasti para reader bingung deh dengan judul posting ini,, ya kaaannn??? Judul diatas ntu maksudnya bukan menguasai suatu wilayah ato appa,, tpi maksudnya menguasai suatu mata pelajaran... Kalo sdah tau maksudnya,, yukz kita bahas skarang... lets go...
Nah, dalam kehidupan sehari hari kita bisa melihat bahwa orang yang menguasai atau mengerjakan suatu profesi ntu dimulai dari menyukai perkerjaan tersebut.... Tapi tidak semua orang tiba2 menyukai suatu pekerjaan,, ada yang dari awal suka, ada yang tidak... biasanya dia mulai menyukai suatu profesi tersebut karena kebiasaan... misalnya, karena suatu keterpaksaan, seorang laki2 harus menjadi seorang koki,, walaupun dia tidak suka, tpi dia bisa memasak... Lama kelamaan , laki2 tersebut menyukai profesinya karena ia telah terbiasa memasak... Seperti pribahasa jawa yakni "Witing tresna jalaran saka kulina" yang artinya kurang lebih Menyukai sesuatu itu dimulai dari kebiasaan...
Begitu juga dengan kita dalam menguasai suatu pelajaran. Klo kita dari awal sdah tdak suka dengan suatu pelajaran, pasti kalo belajar kita akan males,,, (pengalaman pribadi,, hehehe... :) ). Tapi kaalu kita menyukai suatu pelajaran, pasti kita akan dengan senang hati belajar dan mengerjakan soal2 nya... jika kita belajar,, pasti kita dapat menguasai paljaran tersebut dg baik...
Tpi selain hal2 diatas,, ada satu hal yg bnyak dialami oleh murid2 sperti aku,,yakni guru yg mengajar... menurut penglamanku,, nilai ku ntu turun krena aku mrasa nggak sreg sma gurunya.. entah itu cara mengajarya, sikapnya, ato appa... nah kalo udah begini,, mendingan kita menyesuikan aja deh ama guru itu, atau kalo nggk gitu, kta nanya pda guru lain ttang plajaran yg skiranya kurang begitu dmengerti... jadi kan kita bisa mengikuti plajarannya walaupun kdang kurang asik... hehehe...
So, ini dari posting ini yaitu, Mengusai suatu pelajaran itu dari Menyukai,, dan menyukai itu dimulai dari Kebisaan...
Udah dlu ya posting ku kali ini ,, kalo ada kta2 yg salah, please apologize me... okay.... bye.... !